Aliran-Aliran Dalam Psikologi



     Hai teman-teman selamat datang kembali di blog ku, hari ini saya akan berbagi ilmu dengan kawan semua. Nah apakah teman-teman tahu bahwa psikologi terdiri dari beberap aliran, salah satu contohnya adalah aliran psikoanalisis. Siapaya yang mempelopori aliran ini, lalu bagaimana dengan aliran lain?... Untuk menjawab rasa penasaran teman-teman yuk dibaca selengkapnya

Psikoanalisis

 

            Teori psikoanalisis Freud menjadi paradigma psikologi kepribadian, dan terapan psikoanalisis dalam terapi jiwa menjadi primadona sampai sekarang.  Freud percaya akar dari masalah psikologis yang dia coba tangani beraasal dari sifat bawaan, dia percaya motif tak sadar ini dan masalah yang ada di sekitar kita mempengaruhi kita walaupun kita tidak tahu mereka ada.
Teorinya mencoba memotret manusia, baik fisik maupun psikisnya. Hal buruk dari teori ini ialah meningkatnya kecendrungan untuk menghubungkan semua kritisme dalam masyarakat kedalam “penyakit” personal. Menurut Freud kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni:
Sadar (Conscious)
Tingkat kesadaran yang berisi semua hal yang kita cermati pada saat tertentu. Isi daerah sadar itu merupakan hasil proses penyaringan yang diatur oleh stimulus atau cue-eksternal. Isi-isi kesadaran itu hanya bertahan dalam waktu yang singkat di daerah conscius, dan segera tertekan ke daerah preconscious atau unconscious. Begitu orang memindah perhatiannya ke cue yang lain.
Prasadar (Preconscious)
Disebut juga ingatan siap (available memory), yakni tingkat kesadaran yang menjadi jembatan antara sadar dan tak sadar. Isi preconscious berasal dari conscious dan dari unconscious.
Taksadar (Unconscious)
Adalah bagian yang paling dalam dari struktur kesadaran dan menurut Freud merupakan bagian terpenting dari jiwa manusia. Ketidaksadaran itu berisi insting, impuls, dan drives yang dibawa dari lahir, dan pengalaman-pengalaman traumatik (biasanya pada masa anak-anak) yang ditekan oleh kesadaran dan dipindah ke daerah tak sadar.
The Id
Id adalah sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Saat dilahirkan, id terdiri dari semua aspek psikologis yang diturunkan, seperti insting, impuls dan drives. Id berada dan beroperasi dalam daerah tak sadar. Id beroperasi berdasarkan prinsip kenikmatan (pleasure principle), yaitu berusaha memperoleh kenikmatan dan menghindari rasa sakit.
The Ego
Ego adalah eksekutif (pelaksana) dari kepribadian, yang memiliki dua tugas utama; pertama, memilih stimuli mana yang hendak direspon dan atau insting mana yang akan dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Kedua, menentukan kapan dan bagaimana kebutuhan itu dipuaskan sesuai dengan tersedianya peluang yang resikonya minimal. Ego sesungguhnya bekerja untuk memuaskan Id, karena itu ego yang tidak memiliki energi sendiri akan memperoleh energi dari Id.
The Superego
Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistik (idealistic principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasaan id dan prinsip realistik dari ego. Superego berkembang dari ego, dan seperti ego dia tidak mempunyai enerji sendiri. Superego bersifat nonrasional dalam menuntut kesempurnaan menghukum dengan keras kesalahan ego, baik yang telah dilakukan maupun baru dalam fikiran.

Daftar Pustaka Psikoanalisis

Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Malang: UMM Press.
Nelson, Benjamin. 2003. Manusia Paling Berpengaruh Abad Ke-20. Surabaya:
Ikon Teralitera.
Lahey, Benjamin B. 2012. Psychology An Introduction. New York: Mc-Graw
Hill.

Behaviorisme

 

         Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme dan psikoanalisis. Aliran ini melihat bahwa ketika dilahirkan, dasarnya manusia tidak membawa bakat. Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang  diterimanya dari lingkungan sekitarnya. ( Alex, 2016: 109)
Skinner bekerja dengan tiga asumsi dasar, dimana asumsi pertama dan kedua pada dasarnya menjadi asumsi psikologi pada umumnya, bahkan menjadi merupakan asumsi semua pendekatan ilmiah.
  •      Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu (Behavior is lawful), adalah usaha untuk menemukan keteraturan, menunjukkan bahwa peristiwa tertentu berhubungan secara teratur dengan peristiwa lain. 
  •     Tingkah laku dapat diramalkan (Behavior can be predicted), bukan hanya menjelaskan melainkan juga meramalkan.
  •      Tingkah laku dapat dikontrol (Behavior can be controlled), adalah dapat melakukan antisipasi dan menentukan/membentuk tingkah laku seseorang.
     Skinner memandang unsur kepribadian relatif tetap adalah tingkah laku itu sendiri. Ada dua klasifikasi tipe tingkah laku :
  •     Tingkah laku responden (respondent behavior); respon yang dihasilkan organisme untuk menjawab stimulus yang secara spesifik berhubungan dengan respon itu. 
  •      Tingkah laku operan (operant behavior); respon yang dimunculkan organisme tanpa adanya stimulus spesifik yang langsung memaksa terjadinya respon itu.
Perbedaan antara  psikologi kognitif dan behaviorisme antara lain adalah:
  •      Behaviorisme berkaitan dengan kondisioning dan proses belajar, sedangkan psikologi kognitif lebih banyak mempelajari pembentukan konsep, proses berpikir dan membangun pengetahuan.
  •    Behaviorisme mempelajari perilaku yang nyata (overt), sedangkan psikologi kognitif, membicarakan konsep-konsep mentalistik, yaitu proses kejiwaan yang tidak selalu nampak nyata dari luar. 
  •     Behaviorisme lebih mementingkan tingkah laku molekular (refleks) daripada tingkah laku molar. 
  •      Behaviorisme mementingkan faktor kebutuhan dan pemuasan kebutuhan (reinforcement), sedangkan psikologi kognitif berpendapat bahwa tanpa ada kebutuhan-kebutuhan tertentu, proses belajar dapat tetap terjadi.
    Daftar Pustaka Behaviorisme
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Malang: UMM.
Sarwono, Sarlito W. 2002. Berkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh
Psikologi. Jakarta: Bulan Bintang.
Lahey, Benjamin B. 2012. Psychology An Introduction. New York: Mc-Graw
Hill.
Sobur, Alex. 2016. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.

a.      Definisi Psikologi Kognitif

Psikologi kognitif membahas pemahaman terhadap informasi, membahas alur pikiran dan membahas formulasi dan produksi jawaban anda. Psikologi kognitif dapat pula dipandang sebagai studi terhadap proses-proses yang melandasi dinamika mental. Sesungguhnya, psikologi kognitif meliputi segala hal yang kita lakukan.

b.      Hubungan antara Psikologi Kognitif dengan Ilmu Kognitif

Ilmu kognitif dipengaruhi secara kuat oleh ilmu komputer, yang ditunjukkan oleh kuatnya fokus mata kuliah kognitif pada modeling terhadap komputer, kecerdasan buatan dan neurosains. Psikologi kognitif juga mempelajari topik-topik ini, namun jauh lebih menekankan aspek kognisi manusia. Perbedaan penekanan ini menjadi dasar bagi berbagai ragam studi kognitif pada disiplin ilmu lain.

c.       Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam psikologi kognitif bersumber dari metode yang digunakan para peneliti Jerman (Wundt dkk) untuk mempelajari memori, asosiasi, dan proses-proses psikologis. Teknik-teknik penelitian tersebut menjadi alat utama psikologi eksperimen. Seiring berkembangnya psikologi kognitif menjadi ilmu yang bersifat interdispliner, ilmu ini meminjam metode-metode penelitian dari cabang ilmu lain dan memodifikasi metode-metode tersebut untuk mempelajari proses kognitif.
Ada berbagai macam metode penelitian yang bisa digunakan oleh para ilmuwan psikologi. Beberapa metode memampukan para peneliti mendeskripsikan fenomena (studi observasi) sedangkan metode lain membantu para meneliti menjelaskan fenomena (dengan kata lain, sebuah eksperimen).

Gray, Peter. 1991. Psychology Second Edition. New York: Von Hoffman Press.
Santrock, John W. 2005, Psychology Updated 7th ed. New York: Von Hoffman
Press.
Solso,dkk. 2008. Psikologi Kognitif Edisi Kedelapan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

       Pelopor aliran ini, termasuk Abraham Maslow dan yang lainnya tidak setuju dengan Freud yang berpendapat bahwa hanya proses tidak sadar saja yang penting, bagaimanapun para humanis percaya bahwa manusia sendiri yang menentukan takdir mereka melalui keputusan yang mereka ambil. (Benjamin, 2012: 10)
1.      Studi Tentang Aktualisasi Diri.
Penyelidikan tentang orang-orang yang teraktualisasikan dirinya datang  dari rasa ingin tahu ketika Maslow masih mahasiswa. Definisi pribadi yang teraktualisasikan memang masih kabur, namun secara bebas Maslow melukiskannya sebagai “penggunaan dan pemanfaatan secara penuh bakat, kapasitas-kapasitas, potensi-potensi, dsb. Orang semacam ini memenuhi dirinya dan melakukan yang terbaik yang dapat dilakukannya.”

A.    Ciri-ciri Aktualisasi Diri

Orang-orang yang mengaktualisasikan diri ini lebih tegas dan memiliki pengertian yang lebih jelas tentang mana yang benar dan yang salah. Persepsi orang yang teraktualisasikan dirinya lebih sedikit dicemari oleh hasrat-hasrat, kecemasan, ketakutan, harapan, optimisme palsu atau pesimisme.
 Maslow menemukan bahwa tanpa kecuali orang-orang yang mengaktualisasikan diri membaktikan hidupnya pada pekerjaan, tugas, kewajiban atau panggilan yang mereka pandang penting. Dan juga melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Orang yang teraktualisasikan dirinya ialah kadar konflik dirinya yang rendah. Ia tidak berperang melawan dirinya sendiri; pribadinya menyatu. Berarti ia memiliki lebih banyak energi untuk tujuan-tujuan yang produktif.

B.     Teori Tentang Kebutuhan Dasar

a.       Kebutuhan-kebutuhan Fisiologis
Yang paling dasar, paling kuat dan paling jelas dari antara sekalian kebutuhan manusia adalah kebutuhannya untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, seperti kebutuhannya akan makanan, minuman, tempat berteduh. Ia akan mengabaikan atau menekan dulu semua kebutuhan lain sampai kebutuhan fisiologisnya terpuaskan.
b.      Kebutuhan Akan Rasa Aman
Seorang anak menyukai suatu dunia yang dapat diramalkan. Seorang anak menyukai konsistensi dan kerutinan sampai batas-batas tertentu. Jika unsur-unsur ini tidak ditemukan maka ia akan menjadi cemas dan merasa tidak aman.
Seseorang yang tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas secara berlebihan serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak diharapkannya.
c.       Kebutuhan akan Rasa Memiliki-dimiliki dan akan Kasih Sayang
Maslow mengatakan, “Kebutuhan akan cinta meliputi cinta yang memberi dan cinta yang menerima. ….Kita harus memahami cinta; kita harus mampu mengajarkannya, menciptakannya, meramalkannya. Jika tidak, dunia ini akan hanyut ke dalam gelombang permusuhan dan kebencian. ( Frank, 1987: 76)
Bagi Maslow, cinta menyangkut suatu hubungan sehat dan penuh kasih mesra antara dua orang, termasuk sikap saling percaya. Dalam hubungan yang sejati tidak akan ada rasa takut, sedangkan berbagai bentuk pertahanan pun akan runtuh. Sering kali cinta menjadi rusak jika salah satu pihak merasa takut kalau-kalau kelemahan-kelemahan serta kesalahan-kesalahan terungkap.
d.      Kebutuhan Akan Penghargaan
Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki kategori kebutuhan akan penghargaan dari orang lain (1). Harga diri meliputi kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan prestasi, ketidaktergantungan dan kebebasan. (2). Penghargaan dari orang lain meliputi prestise, pengakuan, penerimaan, perhatian, kedudukan.
e.       Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri menurut Maslow merupakan salah satu aspek penting teorinya tentang motivasi pada manusia. Maslow juga melukiskan kebutuhan ini sebagai “hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya.
f.        Kebutuhan Akan Pertumbuhan
Maslow menemukan sederetan kebutuhan yang sama sekali baru dan termasuk kategori yang lebih tinggi, yang dilukiskannya sebagai kebutuhan akan pertumbuhan (being values atau B-values).

Goble, Frank G. 1987. Mazhab Ketiga Psikologi Humanistik Abraham
Maslow.Yogyakarta: Kanisius.
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Malang: UMM Press.
Lahey, Benjamin B. 2012. Psychology An Introduction. New York: Mc-Graw
Hill.
  
Neurosains merupakan kajian ilmiah struktur, fungsi, perkembangan genetika, dan biokimia dari system saraf. Neurosains menekankan bahwa otak dan saraf adalah inti untuk memahami perilaku, pikiran, dan emosi. Para ilmuwan meyakini bahwa pikiran dan emosi memiliki dasar fisik di dalam otak. Impuls bergerak dengan cepat di seluruh sel-sel otak, melepaskan zat kimia yang memungkinkan kita untuk berpikir, merasa, dan berperilaku.
Neurosains berfokus pada fungsi-fungsi otak yang mendasari pembentukan pengalaman kognitif. Kemampuan kita yang luar biasa tidak mungkin terwujud tanpa otak dan system saraf. Meskipun pendekatan biologi terkadang terlihat mereduksi pengalaman manusia yang rumit ke dalam struktur-struktur sederhana, perkembangan didalam neurosains memungkinkan para psikolog memahami otak sebagai suatu organ kompleks yang luar biasa, mungkin proses psikologi yang dikaitkan dengan fungsinya. Bidang ini telah mengalami kemajuan yang penting meliputi penelitian ke dalam struktur dan fungsi otak.
Sekarang, psikolog yang mempelajari sains dari perspektif neurosains tertarik dengan struktur otak yang memainkan peran dalam emosi, berpikir, berbicara dan proses psikologis lainnya. Ilmuwan neurosains terpengaruh oleh teori evolusi Darwin. Oleh karena ini, mereka mempelajari hubungan antara biologi dan psikologi dari spesies yang berbeda termasuk manusia dan binatang.

King, Laura A. 2014. Psikologi Umum. Jakarta: Salemba Humanika.
Lahey, Benjamin B. 2012. Psychology An Introduction. New York: Mc-Graw
Hill.
Solso, Robert L dkk. 2008. Psikologi Kognitif Edisi Kedelapan. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
  

a.       Definisi Psikologi Positif

Psikologi positif adalah studi ilmiah atau apa yang dapat memperkaya hidup. Itu semua tentang membangun pengalaman positif, sifat yang positif dan organisasi positif yang mengarah kepada kualitas hidup orang yang lebih baik. Keinginan untuk mengkaji cakupan penuh pengalaman manusia yang mendorong gerakan psikologi positif: dorongan untuk penekanan yang lebih kuat pada penelitian yang melibatkan pengalaman manusia yang berharga (seperti harapan, optimistis, dan kebahagiaan), ciri-ciri yang dikaitkan dengan kapasitas optimal untuk cinta dan bekerja, dan nilai-nilai kelompok dan sipil.
      Martin Seligman adalah presiden dari American Psychological Assocation, dia telah banyak berkontribusi di bidang psikologi, mengembangkan teori yang secara luas dihormati oleh profesi psikologi. Seligman menggambarkan psikologi sebagai “kehilangan jalannya” setelah perang dunia kedua. Karena kebutuhan perlakuan susulan di masa itu, psikologi fokus lebih banyak ke apa yang salah di dalam diri seseorang daripada memikirkan bagaimana memaksimalkan potensi terbaik dalam diri seseorang-terutama emosi postif seperti kebahagiaan. Berlawanan dengan psikologi negatif, sains baru ini mengarahkan perhatiannya pada kekuatan dan kebajikan manusia, mengembangkan potensi-potensi ini sehingga membuahkan kebahagiaan yang autentik dan berkelanjutan.
1.      Belajar Psikologi Positif
a.       Mempunyai Pengalaman Positif
Pada saat seseorang ada di kondisi emosi yang positif, mereka lebih menyukai memandang suatu isu dan solusinya lebih luas-menjadi lebih kreatif dan fleksibel dalam merespon-dan, sebagai hasil, dapat membangun relasi sosial yang lebih besar, emosi dan sumber intelektual yang dari situ mereka dapat memanfaatkannya.
Jadi emosi positif secara langung menghubungkan kita ke pemecahan masalah yang sukses. Emosi positif juga berkontribusi dalam perkembangan jaringan antar pribadi yang lebih luas, kesehatan yang baik dan kesuksesan yang lebih besar. Jadi kamu harus bekerja untuk mendapatkan emosi dan pengalaman positif
b.      Mengenali Sifat-sifat yang Positif
Peterson dan Seligman berangkat untuk menggambarkan dan mengklasifikasikan kekuatan dan sifat baik manusia yang dapat membuat manusia berkembang. Enam sifat baik muncul dan terlihat untuk dapat dikenali dan dihargai oleh setiap budaya di dunia.
1.      Kebijaksanaan dan pengetahuan
2.      Keberanian
3.      Cinta ( kadang disebut dengan kemanusiaan)
4.      Keadilan
5.      Kesederhanaan
6.      Kelebihan
c.       Membangun Hubungan yang Positif
Hubungan yang baik dengan keluarga, teman dan rekan adalah bagian yang kritis dari kesehatan dan hidup yang bahagia. Hubungan dan jaringan membebaskan kita dari depresi dan kesendirian. Kamu akan menemukan bahwa psikologi positif berbicara tentang pembentukan hubungan yang baik dan berlangsung lama dan sebagai hasil dukungan yang dapat melindungi dirimu dalam hidup.
d.      Memperoleh Manfaat dari Bersikap Positif
Psikologi positif bekerja. Hanya beberapa cara dimana hidupmu dapat diperbaiki termasuk:
1.      Mempunyai perasaan positif dari pada negatif di dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Menemukan kepuasaan dalam caramu menghidupkan hidupmu.
3.      Mengenali bahwa kamu memiliki kekuataan , dan mengerti bagaimana kamu dapat menggunakannya dengan baik.
4.      Memberi hidupmu kesempatan yang baik untuk kesehatan yang baik dan menjadi baik.
5.      Membangun ketabahan di sepanjang kehidupan.
6.      Dapat untuk menjadi sepenuhnya terlibat dengan aktivitas.
7.      Mengembangkan kepekaan dalam makna dan tujuan kehidupan.
8.      Memberi kembali sesuatu kepada komunitas yang lebih luas.

King, Laura A. 2014. Psikologi Umum. Jakarta: Salemba Humanika
Leimon, Averil, Gladeana McMahon. 2012. Positive Psychology For Dummies.
England: John Wiley & Sons.
Seligman, Martin. 2005. Authentic Happiness;Menciptakan Kebahagiaan dengan
Psikologi Positif. Bandung : Mizan Pustaka.










Komentar

  1. Tampilan blog menarik. Informasinya juga sangat bermanfaat. Terimakasih 😊

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat, terimakasi ��

    BalasHapus
  3. makasih infonyaa!! berguna bnget
    semangat terusss

    BalasHapus
  4. Kereen jadi bisa nambah wawasan, terimakasiih

    BalasHapus
  5. Bermanfaat saangaaattt! πŸ˜„. Menambah pengetahuan kita bahwa psikoligi itu ada aliran2nya. Gut jop πŸ‘πŸ˜„

    BalasHapus
  6. Blognya sanfat menarik. Terima kasih untuk ilmunya

    BalasHapus
  7. Terima kasih infonya. Selain itu, desainnya juga menarik. Kerenn

    BalasHapus
  8. sangat menambah wawasan dibidang psikologi nih πŸ‘
    terimakasih sudah berbagi 😊

    BalasHapus
  9. Tampilan blognya keren dan isi blognya juga bermanfaat
    Nice πŸ‘

    BalasHapus

Posting Komentar